[Resensi] Apa yang Masih Menghalangiku Berjilbab?

Apa yang menghalangimu berjilbab

Buku ini hadiah dari seorang murid, namanya PUTRI AMALINA (alumni), saya tidak tahu motifnya apa (hehe) tapi saya yakin, hadiah ini diberikan semata-mata untuk dakwah, ingin saling menasehati di atas kebenaran, nasehat dari saudari kepada saudarinya karena kami wanita.

Wanita adalah penentu kebaikan dalam masyarakat, simbol peradaban umat, karena wanita merupakan sekolah pertama bagi anak, pencetak generasi penerus. Karena itu, jika ingin merusak suatu negara, hal pertama yang dilakukan oleh musuh adalah merusak wanitanya. Hal ini, sangat jelas disadari oleh orang-orang kuffar yang menginginkan kehancuran umat ini. Mereka menghembuskan ghazwuts tsaqafi (invasi budaya) yang mengarah pada tabarruj (pamer aurat) dan bermuara pada permisifme (paham hidup serba boleh). Alhasil, tatanan masyarakat muslim akan porak poranda dan ambang kehancuran sudah bisa dipastikan.

Salah satu cara yang dilakukan adalah melontarkan syubhat yang menjauhkan wanita dari keinginan pada ashalah (kemurnian ajaran Islam) yaitu berjilbab (baca: menutup aurat). Bukan hanya satu, tapi puluhan bahkan mungkin ratusan syubhat ditanamkan dalam pemikiran wanita agar semakin menjauhi perintah Alloh. Buku ini hadir untuk menjawab syubhat-syubhat tersebut.

Kita ambil satu contoh syubhat yang sering kita dengar “Iman letaknya di hati, untuk apa kepala berjilbab sedangkan hati belum, Alloh tidak melihat rupa melainkan hati”. Merupakan argumen yang paling sering diucapkan oleh muslimah yang berlum berjilbab.

Pertama, kita lihat apa definisi Iman.

Iman menurut jumhur Ahlussunah wal jama’ah adalah “Keyakinan dengan hati, pengucapan dengan lisan dan pelaksanaan dengan anggota badan” . Orang yang mengatakan beriman dengan lidahnya namun tidak disertai dengan keyakinan hati merupakan orang munafik. Demikian pula, orang yang beramal hanya sebatas aktivitas fisik namun tidak disetai dengan keyakinan hati juga merupakan keadaan orang munafik (Hal.21). Sedangkan, orang yang beriman hanya di dalam hati dan tidak disertai dengan aktivitas fisik merupakan sifat iblis (Hal.22).

Jadi, jika dilihat secara keseluruhan, Iman itu akan sempurna jika terdapat tiga hal tadi, hati, lisan dan tubuh. Jika seorang muslimah mengaku beriman, maka pastinya Ia meyakini di dalam hati akan kebenaran perintah Alloh mengenai jilbab, menyatakan dengan lisan bahwasanya jilbab itu benar perintah Alloh dan dibuktikan dengan perbuatan berjilbab itu sendiri.

Kedua, hadits yang sering digunakan sebagai alasan adalah hadits yang diriwayatkan Muslim “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriyah) dan harta kekayaanmu, tetapi Dia melihat pada hati dan amalanmu sekalian” (Hal.20).

Hadist tersebut di atas, sebenarnya menjelaskan mengenai makna keikhlasan. Amalan manusia tidak dilihat dari bentuk lahiriyahnya seperti fisik atau kepura-puraan melainkan pada keikhlasan niat. Namun, hadits ini dipelintir sehingga membenarkan sebagian dan mengingkari sebagian yang lain. Tentunya hal ini tidak dibenarkan.

Syubhat-syubhat yang lain beserta bantahannya sudah dipaparkan dalam buku kecil ini. Tiap argumen tidak hanya disertai dalil naqli melainkan adanya juga dalil aqli yang logis dan didukung dengan hasil penelitian berupa data statistik. Buku ini disusun ringkas agar mudah dilahap dan dicerna oleh pembaca. Namun, bagi pembaca yang haus akan ilmu tentu risalah kecil ini tidak akan cukup untuk menghilangkan dahaga dan itu merupakan satu-satunya kekurangan yang saya temui dalam buku ini.

Jika telah selesai membaca buku ini dengan hati dan pikiran yang terbuka, tumbuh pertanyaan dalam hati “Kemudian…Apa yang masih menghalangiku berjilbab?”.

Detail buku:

Judul: Saudariku…Apa yang Menghalangimu Untuk Berjilbab?

Judul Asli: Ila ukhti ghair al-Muajjabah, Ma al-Mani’ Min al-Hijab?

Penulis: Abdul Hamid al-Bilali

Penerjemah: Ainul Haris bin Umar Arifin

Penerbit: Mawaddah

Halaman: x+86

Cetakan: I (pertama) 2014

ISBN: 978-979-9137-07-4

Harga: –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s