[Resensi] Menyatukan Hati dari Dua Budaya

Kokoronotomo CoverNovel ini ditulis berdasarkan program acara di salah satu TV swasta. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan dua kebudayaan yang berbeda.

Cerita berawal dari perkenalan Kokoro dan Tomo di media sosial Facebook. Mereka berdua merupakan penggemar LiSa-penyanyi Jepang. Perkenalan berlanjut melalui chatting. Lambat laun, jalinan persahabatan pun terjalin antara kedua insan manusia yang berasal dari negara yang berbeda ini, Kokoro dari Jepang dan Tomo dari Indonesia.

Hubungan keduanya semakin dekat, tatkala Tomo memutuskan untuk pergi ke Jepang, menghadiri acara meet and greet LiSa.

Di Jepang, selain bertemu dengan artis pujaanya, Tomo di temani Kokoro jalan-jalan ke beberapa tempat. Seperti ke studio Ageha – tempat menyulap perempuan menjadi cantik seperti Barbie tanpa operasi sama sekali, dan pabrik robot Akiba Kikai. Di pabrik robot ini, Tomo untuk pertama kalinya mencoba menaiki robot dan bertemu dengan Sato Sasara – virtual artist berwujud animasi dan bisa diajak berinteraksi oleh penonton.

Dari pengalaman ini, Tomo lebih mengenal budaya Jepang. Ternyata, ada perbedaan yang signifikan antara budaya Jepang dan Indonesia. Terutama dalam hal perkenalan dan gaya berpacaran.

Kebiasaan orang Indonesia ketika pertama kali bertemu dengan seorang teman terbagi dalam 3 tahap: bersalaman, berpelukan, cipika-cipiki. Kebiasaan orang Jepang ketika pertama kali bertemu dengan seorang teman: membungkuk. Ketika kedua kebiasaan tersebut dilakukan secara bersamaan pada saat perjumpaan pertama kali, hasilnya sudah bisa di tebak: awkward (hal.15).

Untuk gaya berpacaran. Pria Jepang dikenal sebagai pria yang kaku dan tidak romantis. Bisa dikatakan gaya berpacaran mereka masih old-fashioned (hal.38). Karena begitu tidak romantisnya pria Jepang, maka mustahil pula bagi mereka untuk mengucapkan kalimat atau rayuan-rayuan gombal (hal.39). Sedangkan pria Indonesia sudah terbiasa merayu dengan kalimat-kalimat gombal. Mereka juga terbiasa memperlakukan pacarnya bak seorang putri khayangan (hal.40).

Bagaimana dengan perempuan Jepang?.

Perempuan Jepang suka sesuatu yang cheesy. Mereka suka dirayu dan digombalin, pokoknya diperlakukan Istimewa. Karakter ini sangat cocok dengan pria Indonesia (hal.40).

Namun, hubungan mereka bukan tanpa masalah. Perbedaan karakter dan budaya terkadang membuat pertengkaran di antara mereka. Seperti penghargaan terhadap waktu. Orang jepang selalu terkenal dengan ketepatan waktunya. Mereka selalu membiasakan diri untuk datang lebih awal dari waktu perjanjian yang telah ditetapkan sebelumnya (hal.34). Sedangkan, di Indonesia, 10 menit tidak dihitung terlambat. Kalau janji jam 10, biasanya masing-masing pihak baru akan datang jam 11 (hal.35). Akibatnya, bisa dibayangkan sendiri.

Banyak buku yang menulis cerita mengenai hubungan antara dua orang yang berasal dari negara yang berbeda. Tetapi, novel ini memiliki kelebihan tersendiri karena ditulis dengan gaya bahasa yang jenaka dan gurih. Diperkuat juga dengan tampilan dan ilustrasi yang menarik. Bukan itu saja, di setiap pembelian novel ini, pembeli akan mendapatkan bonus Yubisashi Guide Book – petunjuk percakapan sederhana dalam kedua bahasa, Jepang dan Indonesia.

Meskipun terkadang ada beberapa percakapan yang lolos untuk dibuatkan catatan kaki, tapi bagi yang sudah paham bahasa Jepang dan dengan adanya Yubisashi Guide Book, hal tersebut tidak menjadi kendala. Buku ini merupakan panduan pas untuk orang yang ingin ke Jepang.

Judul : Kokoronotomo, I Heart Tokyo
Penulis : Monica Tedja dan Anggabe Good
Penerbit : Andi
ISBN : 978-979-29-4409-9
Tebal  :  vi+202 halaman
Terbit : 2014
Harga : Rp.75.000

Diresensi oleh Husnul Aini, dimuat di Koran Jakarta 6 Agustus 2014. Simak versi yang telah disunting di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s