[Resensi] Meraih Sakinah Setelah Menikah

Sayap sSayap SakinahMenikah adalah sebuah transisi menuju kehidupan baru yang justru lebih lama dari kehidupan semula (halaman 16). Di dalam hubungan pernikahan, bukan hanya manisnya bulan madu saja yang akan dirasakan pasangan pengantin. Pahitnya ujian juga kerap mendera hubungan suami istri.

Di dalam Islam, sebuah keluarga yang ideal tidak hanya diwakili oleh satu kata harmonis melainkan tiga kata, yaitu sakinah, mawaddah dan rohmah. Sakinah yang berarti nyaman, cenderung, tentram atau tenang (halaman 45). Mawaddah adalah perasaan cinta yang lazim terjadi antara dua orang dewasa yang berlainan jenis, yang lebih berorientasi pada kebersamaan fisik. Sedangkan rahmah berarti rasa kasih-sayang (halaman 47).

Setelah pasangan memiliki perasaan sakinah, pasangan suami-istri juga harus memiliki perasaan mawaddah dan rohmah agar dapat membangun keluarga yang “sempurna”. Mawaddah dan rohmah ini mestinya menempati porsi yang berimbang. Mawaddah tanpa rohmah hanya akan melahirkan sebuah hubungan yang terkadang justru membosankan dan bahkan menyakitkan (halaman 48). Sementara rohmah tanpa mawaddah juga akan melahirkan hubungan yang datar (halaman 49).

Di dalam buku setebal 248 halaman ini, penulis coba memaparkan cara membentuk keluarga ideal (sakinah, mawaddah wa rohmah), mulai dari merencanakan jodoh, menggelar pesta pernikahan yang baik sampai kiat menghadapi ujian di dalam berumah tangga.

Membentuk keluarga ideal tidak hanya dilakukan setelah adanya ikatan pernikahan. Namun, semua harus dipersiapkan jauh sebelum ikatan itu terjadi. Memang, jodoh ada di tangan Tuhan, tetapi jodoh bisa direncanakan dengan memperbaiki diri. Karena, sesungguhnya jodoh yang baik hanyalah diciptakan Allah Subhaanahu wata’aala untuk orang yang memiliki akhlak dan ketakwaan yang baik pula (halaman 73). Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 26 “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.

Di awal pernikahan, masalah yang sering muncul untuk membentuk keluarga ideal adalah menghadapi kenyataan bahwa pasangan, suami atau istri, tidak seperti yang diharapakan. Tak jarang, alasan ketidakcocokan dijadikan pembenaran untuk bercerai. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi masalah ini adalah membiasakan berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan. Ungkapkan dengan jujur yang menjadi kekurangan pasangan dan sebaliknya terima dengan terbuka kekurangan diri yang dilontarkan oleh pasangan (halaman 194).

Mempertahankan keluarga tetap ideal juga menjadi kendala tersendiri bagi sebuah keluarga. Diakui atau tidak, terkadang kejenuhan menghampiri hubungan pasangan suami istri. Cinta yang awalnya penuh warna menjelma menjadi cinta yang hampa. Cinta yang menurut Robert Stenberg, hanya dibangun oleh satu pilar, yaitu komitmen (halaman 212).

Hubungan keluarga dengan cinta yang hampa di dalamnya dapat diperbaiki dengan memupuk kembali rasa cinta itu sendiri. Karena cinta bisa muncul dari berbagai hal seperti physical attractiveness dan romantic ideal (hal.125).

Sedangkan permasalahan-permasalahan lain yang sering ditemui dalam rumah tangga beserta solusi yang ditawarkan telah coba juga diulas oleh penulis di dalam buku ini.

Adapun sistematika tulisan mungkin perlu ditinjau kembali. Conohnya bab Perjanjian Pranikah sebaiknya terletak sebelum bab Ketika Kau Dihalalkan Untukku. Akibatnya, terdapat ketidaksinkronan isi. Penulis meminta pembaca meninjau tulisan yang sebenarnya belum dibahas.

Dibalik segala kekurangan dan manfaat yang diberikan. Buku ini mengingatkan kita kembali bahwa membangun sebuah keluarga ideal bukan hanya untuk berkumpul di dunia, tetapi juga sampai di akhirat kelak. Akhirnya, buku ini sangat layak dijadikan pertimbangan untuk pembaca yang akan, sedang atau telah menikah.

Judul              : Sayap-Sayap Sakinah

Penulis            : Afifah Afra dan Riawani Elyta

Penerbit          : Indiva

Tebal              : 248 hlm; 19 cm

Cetakan          : Pertama, Juli 2014

ISBN               :978-602-1614-22-8

Diresensi oleh Husnul Aini, dimuat di media online Wasathon 6 September 2014. Simak versi yang telah disunting di sini.

Advertisements

3 thoughts on “[Resensi] Meraih Sakinah Setelah Menikah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s