[Resensi] Sebuah Upaya Pencucian Otak dari Berbagai Aspek

#Buka-bukaanDuniaTambang cover

Dunia pertambangan masih menuai pro dan kontra oleh berbagai pihak. Namun, kegiatan itu harus terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan penduduk dunia. Di sisi lain, banyak masyarakat menyangsikan manfaat dari adanya pertambangan. Tidak jarang, rumor negatif berhembus dan menjadi pemicu adanya tindakan brutal. Seperti kasus yang terjadi pada PT Newmont Nusa Tenggara, di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Berbagai tuduhan dialamatkan pada Newmont. Tuduhan pencemaran akibat penempatan tailing di laut, isu nasionalisasi karena dianggap perusahaan asing, tidak taat pada peraturan pemerintah dan sederet tuduhan miring lainnya (halaman 8). Saya pun sering mendengar isu tersebut dari teman ataupun kerabat. Hal ini mungkin disebabkan karena dekatnya saya dengan orang-orang yang tinggal di kawasan lingkar tambang maupun orang yang bekerja di Newmont. Untuk membuktikan bahwa berbagai tuduhan itu tidak benar, PT NNT melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan mengadakan program Sustainable Mining Bootcamp (SMB). Para pesertanya berasal dari beragam latar belakang profesi dan memiliki semangat tinggi untuk membagikan pengalamannya di media sosial (halaman 8). Dan buku Buka-bukaan Dunia Tambang ini merupakan kumpulan dari tulisan para peserta tersebut.

Terdapat 31 artikel yang ditulis oleh peserta Newmont Bootcamp yang berbeda berdasarkan sudut pandang mereka masing-masing. Artikel 1-27 merupakan artikel yang membahas kegiatan peserta di pertambangan Batu Hijau, Sumbawa Barat. Sedangkan artikel selanjutnya berisi kegiatan peserta di Teluk Buyat, Minahasa.

Tiap artikel mengangkat tema yang beragam. Tetapi, secara keseluruhan ada 5 poin yang menjadi pokok ulasan dan menarik untuk dibahas.

  1. Pengolahan Limbah Tailing

Banyak opini yang berkembang di masyarakat bahwa limbah tailing sudah merusak lingkungan. Masyarakat yang tinggal di kawasan lingkar tambang menantang Newmont untuk minum air sungai yang terletak di sebelah dam air asam tambang (halaman 121). Tetapi, peserta Newmont Bootcamp mendapati jika air sungai tersebut tidak tercemar. Mereka bahkan sudah mencoba meminum air itu untuk membuktikan kebenarannya.

Adapun pembuangan limbah tailing ke dasar laut memiliki alasan logis. Metode ini disebut Deep Sea Tailings Placement. Metode yang dinilai sebagai metode paling efisien yang disesuaikan dengan keadaan morfologis alam Nusa Tenggara (halaman 150). Penempatan di darat lebih banyak menghasilkan dampak negatif, seperti penambahan area hutan yang harus ditebang dan kemungkinan meluapnya tailing seandainya gempa terjadi di wilayah tersebut. Sementara itu, dengan penempatan di laut yang dalam, tailing akan langsung menyentuh dasar laut dan tidak mengganggu ekosistem di permukaan maupun di zona produktif laut (halaman 141).

  1. Isu Nasionalisasi Perusahaan Asing

Karena Newmont merupakan perusahaan asing, masyarakat sering menganggap bahwa keuntungan hanya diperoleh oleh mereka. Padahal saham Newmont sendiri hanya sekitar 25%, 25% yang lain dimiliki oleh perusahaan asal Jepang dan sisanya dimiliki oleh pihak Indonesia (halaman 48). Karyawan yang mencari nafkah di tambang juga 99,8 persen lokal (halaman 128).

Suatu anomali juga terjadi. Di satu sisi kita ingin Newmont hengkang dari Indonesia, tetapi mengapa masyarakat malah bercita-cita kerja di sana? (halaman 129). Padahal, Newmont sering mengadakan pelatihan untuk meningkatkan skill tetapi masyarakat tidak puas karena pelatihan tersebut bukan untuk memenuhi kualifikasi menjadi karyawan Newmont (halaman 83). Tentu ada yang salah kan? (Uraiannya bisa dibaca sendiri di buku terbitan Pastel Books ini ya ;-D).

Newmont juga kerap diduga dekat dengan kepentingan Yahudi. Namun, adagium itu hilang setelah melihat toleransi sesama muslim dan antar—umat beragama sangat kental (halaman 58). Artikel yang dtulis oleh Dzulfikar Al-A’la juga menjelaskan bagaimana kegiatan beribadah di dalam Newmont. Musala yang awalnya terlihat besar, ternyata kecil dan penuh sesak. Belum lagi, teras-teras yang juga penuh dipadati jamaah. Nuansa keislaman di area tambang menjadi begitu terasa (halaman 57).

  1. Reklamasi Pasca Penambangan

Banyak selentingan di masyarakat yang mengatakan jika kegiatan penambangan telah selesai maka lokasi bekas penambangan akan dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya perbaikan. Reklamasi bahkan sudah mulai dilakukan seperti yang dijelaskan dalam artikel Bicara Tambang Bicara Lingkungan (halaman halaman 154-159). Dan bukti dari komitmen Newmont dalam hal ini dapat dilihat secara langsung di lokasi penambangan Batu Hijau. Sedangkan reklamasi pasca penambangan bisa dilihat pada PT Newmont Minahasa Raya.

#Buka-bukaanDuniaTambang

Proses Reklamasi Area Bekas Tambang PT. Newmont Minahasa Raya [doc. buku Buka-bukaan Dunia Tambang]

  1. Kontribusi PT NNT untuk masyarakat

Masyarakat sering mengeluhkan dan menuntut kontribusi Newmont untuk pengembangan daerah mereka. Seperti artikel yang ditulis oleh peserta Newmont Bootcamp Regy kurniawan (halaman 81-84) yang menceritakan hasil diskusinya dengan pak kades. Meskipun sebenarnya banyak yang telah dilakukan Newmont untuk masyarakat, tetapi semuanya belum dirasa cukup jika tidak menjadi karyawan Newmont. Berikut sebagian kutipannya:

Menurut Pak Kades, Newmont memang memberikan beasiswa untuk siswa-siswa berprestasi. Ada juga yang diberi beasiswa untuk kuliah di luar. Tapi, apa yang terjadi ketika mereka lulus? Tidak ada jaminan bahwa mereka akan diterima Newmont sebagai karyawan. Mereka hanya dibiayai sekolah atau kuliahnya plus biaya hidup hingga lulus, setelah itu disuruh nyari kerja sendiri. Kan, kasihan.

Menurut Pak Kades, Newmont tidak pernah mengadakan pelatihan bagi masyarakat Desa Sekongkang. Ada sih, tapi pelatihan untuk menjadi wiraswasta. Newmont pernah mengadakan training perbengkelan. Ada juga yang dikirim ikut pelatihan skill lainnya di luar daerah. Tapi kan itu bukan pelatihan untuk memenuhi kualifikasi menjadi karyawan Newmont. Harusnya, Newmont melatih mereka agar memenuhi kualifikasi itu, bukan melatih mereka untuk berwiraswasta secara mandiri. (hal. 82-83).

Di dalam artikel lain juga disebutkan bahwa PT NNT membentuk yayasan yang bermanfaat untuk masyarakat, seperti Yayasan Olat Parigi (YOP) yang bertujuan mendukung aspirasi yang berkembang di masyarakat dan membantu mengidentifikasi. Ada juga yayasan berbasis masyarakat, Yayasan Pembangunan Ekonomi Sumbawa Barat (YPESB), yang menjalankan program pemberdayaan dan penguatan kapasitas ekonomi usaha mikro di Sumbawa barat (halaman 31).

  1. Keindahan Alam Sumbawa Barat

Daerah Sumbawa Barat memiliki banyak pesona alam yang belum terjamah tangan manusia. Pantai-pantainya kebanyakan masih “perawan” dengan landskap yang sangat menawan. Seperti Pantai Maluk, Pantai Rantung, Pantai Tropical, Pantai Lawar dan Teluk Benete. Bagaimana keindahan Pantai-pantai tersebut bisa dibaca dalam artikel Suka Pantai? Datanglah ke Sumbawa Barat (halaman 100-106).

Beberapa kelebihan yang saya catat dari buku ini.

  1. Bahasa yang digunakan enak dikunyah. Mungkin karena kebanyakan artikel di dalam buku ini ditulis oleh blogger, bahasa yang digunakan pun tidak kaku dan menyenangkan untuk diikuti. Meskipun terdapat pembahasan yang cukup berat tetapi terasa ringan dan enak dicerna.
  2. Jujur dan terbuka tanpa tendensi apapun. Peserta Newmont Bootcamp berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Sesuai dengan judulnya, Buka-bukaan Dunia Tambang. Para penulis bebas menuliskan apa saja yang ingin diutarakan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Tidak terdapat tulisan yang bersifat provokatif. Mereka hanya menuliskan pengalaman yang mereka dapatkan dari apa yang dialami langsung.
  3. Terdapat banyak visual yang menggambarkan kegiatan peserta Newmont Bootcamp. Terdapat pula proses reklamasi di Teluk Buyat dari tahun 2002 – 2012. Dengan melihat foto tersebut, pembaca akan lebih jelas dengan proses perubahan yang terjadi di Teluk Buyat.
  4. Tema yang beragam dengan sudut pandang yang berbeda. Meskipun ada beberapa tulisan yang memuat tema yang sama, namun sudut pandangnya berbeda. Dengan ini, pembaca menjadi lebih kaya wawasan dan dapat melihat dari sudut yang lain.
  5. Terstruktur namun tidak mengikat. Jika lebih diperhatikan, buku ini disusun secara terstruktur, mulai dari pengenalan dengan tujuan diadakannya Newmont Bootcamp, dilanjutkan dengan prinsip PT NNT dan pengaplikasiannya di lapangan sampai dengan tindak lanjut Newmont pasca berhentinya kegiatan pertambangan. Namun, tiap artikel tidak perlu dibaca secara berurutan. Pembaca bisa mulai dari mana saja yang diinginkan.

Sedangkan kekurangan yang bisa saya tangkap.

  1. Penulisan halaman yang tidak biasa. Pada umumnya, buku-buku yang diterbitkan mulai menulis dari cover sampai dengan daftar isi menggunakan huruf Romawi. Namun, buku Buka-bukaan Dunia Tambang ini langsung menghitung cover sebagai halaman 1.
  2. Ketidaksesuaian kata pengantar dengan isi. Dalam kata pengantar disebutkan ada 16 tulisan, faktanya dalam daftar isi maupun di isi buku, ditemui sebanyak 31 tulisan. Jika memang blogger hanya 16 orang, sebaiknya dicantumkan pada artikel. Karena, pada saat membaca kata pengantar ini, saya berpikir hanya ada 16 tulisan saja dan ternyata itu keliru.
  3. Visualisasi yang disajikan ada beberapa yang dobel. Seperti gambar yang ada pada halaman 128 sudah ada di halaman 64 dan 65. Meskipun letak perbedaan dua gambar tersebut ada pada warna tetapi alangkah baiknya jika diganti saja dengan visualisasi yang lain. Contohnya, kegiatan di Bank Sampah atau di tempat pembuatan coconet. Tentunya akan memberikan impact yang lebih besar untuk pembaca.

Setelah membaca buku terbitan Pastel Books ini, mata saya menjadi terbuka dengan dunia pertambangan. Buku ini telah berhasil mencuci otak saya untuk dapat mencari tahu lebih dalam lagi tentang dunia pertambangan. Dan apa yang saya dapatkan, justru semakin mengikis kesu’uzhonan saya mengenai dunia tambang. Beberapa mindset saya yang berhasil diubah:

Pertama, dulu saya mengira pembuangan tailing ke laut hanya untuk menekan biaya operasional tambang dan hanya akan berdampak buruk untuk ekosistem laut. Ternyata, tindakan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan yang logis dan ilmiah. Pengelolaannya juga dijaga setiap hari dan dievaluasi secara berkala.

#Buka-bukaanDuniaTambang tailing

Pipa tailing Newmont yang rutin dimonitor [doc. @NewmontID]

Kedua, dulu saya berpikir sumbangan Newmont untuk NTB hanya sebatas beasiswa yang diberikan pada pelajar dan mahasiswa. Ternyata, kontribusi mereka sangat banyak. Bahkan, total pengeluaran untuk dalam negeri mencapai 69%. Dari hasil penelusuran, saya bahkan memperoleh informasi lebih banyak yang tidak dituliskan di dalam buku. Seperti pembangunan SMK Pertanian, pembangunan SMPN 1 Sekongkang, pembangunan hutan wisata di Pantai Lawar, pengembangan website dan e-learning di 36 SD/MI di NTB, dan pembangunan gedung fisioterapi di RSUD Sumbawa Barat yang semuanya mendapakan bantuan dari Newmont.

Diagram

Kontribusi Ekonomi Tambang batu Hijau (2000-2014) [doc. buku Buka-bukaan Dunia Tambang]

@Buka-bukaanDuniaTambang sekolah

SMPN 1 Sekongkang yang dibangun PT NNT Tahun 2000 [doc. @NewmontID]

Ketiga, dulu saya mengira lokasi penambangan akan dibiarkan begitu saja setelah kegiatan penambangan selesai, kering dan dengan lubang besar yang menganga. Ternyata, Newmont mengupayakan reklamasi bahkan sebelum kegiatan penambangan berhenti secara total. Mereka bertanggung jawab dengan menghijaukan kembali lokasi tambang. Bahkan memberdayakan masyarakat lingkar tambang dengan memberikan pelatihan membuat coconut dan membeli langsung dari mereka.

#Buka-bukaanDuniaTambang Reklamasi

Proses Reklamasi Lahan Tambang Batu Hijau [doc. @NewmontID]

#Buka-bukaanDuniaTambang coconet

Pemberdayaan Masyarakat Lewat Coconet [doc. @aresjonekson]

Keempat, dulu saya berpikir pertambangan hanya akan memberikan dampak negatif yang lebih besar dan tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Ternyata, pertambangan memiliki manfaat yang sangat besar untuk kehidupan dan dampak negatifnya terhadap lingkungan bisa diminimalisir.

Kelima, dulu saya mengira Sumbawa adalah pulau yang panas dan tidak ada tempat menarik untuk dikunjungi. Ternyata, banyak destinasi wisata yang tidak kalah dengan yang ada di Lombok. Cerita mengenai pantai-pantai yang ada di sana dan gambar-gambar yang beredar di dunia maya membuat saya ingin menjelajahinya.

#Buka-bukaanDuniaTambang pantai maluk

Pantai Maluk [doc. Rijal Fahmi Mohamadi]

Akhirnya, tidak semua perusahaan tambang itu “nakal”. Semua elemen masyarakat harus bekerjasama untuk mengawasi kegiatan pertambangan agar dampak buruknya tetap minimal dengan manfaatnya yang maksimal. Karena, Tambang adalah kebutuhan; Menjaga keseimbangan alam adalah kewajiban; Kesejahteraan masyarakat adalah tujuan (halaman 123).

Detail Buku

Judul               : Buka-bukaan Dunia Tambang

Penulis            : 27 peserta Sustainable Mining Bootcamp

Penerbit          : Pastel Books

Tebal              : 190 halaman

Terbit             : Februari 2016

Advertisements

7 thoughts on “[Resensi] Sebuah Upaya Pencucian Otak dari Berbagai Aspek

  1. ternyata kita sama mbak, sy dulu berfikir, kalo tambag-tambang yg ada di indonesia, terlebih yg di PT Newmont itu akan membawa dampak buruk yg lebih banyak dari pada dampak positif, sy juga pernah dengar klo indonesia habna diberikan sekitar 1% dari keuntungan yg mereka dapatkan, ternyata sy salah, dan ternyata nggak seburuk yang sy pikirkan, setelah baca ini sy lebih mengerti tentang hal hal yg menjadi pro dan kontra yg sebenarnya.

    • Iyaa, kita sering percaya gitu aja, padahal masih “katanya” dan belum tentu itu benar. Mbak juga jadi banyak belajar setelah baca buku ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s