Ibadah dan Hak Anak-anak Kita

Sepulang tarawih, seperti biasa, saya dan keluarga duduk-duduk berkumpul sembari menikmati rezeki dari Allah hari itu. Ada obrolan menarik yang dibuka oleh ummy. Sewaktu tarawih di masjid, ummy satu shaf dengan seorang perempuan yang membawa anaknya. Usia anak itu kira-kira di bawah 6 bulan. Masih sangat kecil memang. Merangkak saja bayi itu belum bisa.

Ketika akan mulai sholat, bayi itu diletakkan di samping tempat sujud si ibu. Begitu diletakkan, bayi tersebut menangis meraung-raung. Tetapi, si ibu terus saja melanjutkan sholatnya sampai salam. Setelah salam, barulah si ibu menggendong bayinya lagi. Bayi itu pun diam.

Ketika akan mulai sholat lagi untuk tarawih. Si ibu meletakkan lagi bayinya. Bayi itu pun menangis lagi. Selepas salam si ibu menggendong anaknya lagi. Kejadian tersebut berulang terus sampai dengan selesai sholat witir.

Shalat isya+tarawih+witir di masjid tempat ummy tarawih sekitar satu jam. Jadi bisa dibayangkan berapa lama si bayi menangis ketika dilepaskan dari pelukan ibunya.

Saya yang mendengar cerita itu sangat kasihan pada si anak. Rasanya kok mau nangis. Saya mungkin tidak akan khusyuk sholat jika berada pada situasi tersebut. Saya langsung teringat dengan kisah Nabi Muhammad.

 Abu Qatadah ra mengatakan: “Saya melihat Rasulullah saw memikul cucu perempuannya yang bernama Umamah putrinya Zainab di pundaknya, apabila beliau shalat maka pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dari hadits di atas, sebenarnya si ibu bisa saja menggendong bayinya sambil tetap melaksanakan sholat. Tetapi mungkin si ibu belum punya ilmunya. Pilihan yang lain, si ibu bisa saja sholat tarawih di rumah. Bagi perempuan kan lebih utama sholat di rumah. Tetapi sekali lagi, mungkin si ibu belum mempelajari tentang hal itu.

Duh, saya jadi berpikir, terkadang perbuatan kita sedikit banyak yang tidak sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah.

Misalnya saja kalau anak-anak lagi di masjid. Terkadang kita menemukan kalau anak-anak terkadang diusir. Alasannya karena anak-anak berisik atau mengganggu ketenangan orang-orang yang beribadah di sana. Padahal dulu Rasulullah dan sahabat sering membawa anak-anak ke masjid.

Abdullah Bin Buraidah meriwayatkan dari ayahandanya: Rasulullah sedang berkhutbah (di mimbar masjid) lalu (kedua cucunya) Hasan dan Husein datang (bermain-main ke masjid) dengan menggunakan kemeja kembar merah dan berjalan dengan  sempoyongan jatuh bangun (karena memang masih bayi), lalu Rasulullah turun dari mimbar masjid dan mengambil kedua cucunya itu dan membawanya  naik ke mimbar kembali, lalu Rasulullah berkata, “Maha Benar Allah, bahwa harta dan anak-anak itu adalah fitnah, kalau sudah melihat kedua cucuku ini aku tidak bisa sabar.” Lalu Rasulullah kembali melanjutkan khutbahnya. (HR: Abu Daud)

Nah kan, Nabi Muhammad tidak marah ketika ada anak-anak di bawa ke masjid. Justru mereka diperkenalkan sedini mungkin dengan masjid. Tujuannya agar anak-anak terbiasa ke masjid. Cinta dengan masjid. Diharapkan kelak mereka yang akan melanjutkan perjuangan untuk memakmurkan masjid.

Bagi saya pribadi ini merupakan renungan berharga. Terkadang kita sering melupakan hak anak dan fokus pada ibadah. Padahal, memberikan pendidikan terbaik untuk anak juga ibadah. Termasuk memperkenalkan mereka dengan ibadah itu sendiri. Namun, jangan sampai melupakan haknya yang lain juga, yaitu untuk mendapatkan pengasuhan yang layak. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang bisa mendidik anak kita sesuai dengan yang dicontohkan Nabi Muhammad.

Kisah-kisah mengenai Nabi Muhammad dan teladan lainnya bisa dibaca di buku Kisah Hebat Nabi Muhammad. Selain sebagai pelajaran untuk orang tua, buku ini bisa menjadi bahan mendongeng untuk kita para ibu. Semoga bermanfaat 🙂

Bahan bacaan:

http://www.hidayatullah.com/kajian/jendela-keluarga/read/2016/03/22/91553/jangan-usir-anak-anak-kita-dari-masjid.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s