Ini Lho yang Namanya Anyang-anyangan dan Cara Mengatasinya!

Anyang-anyangan
Pernah dengar kata Anyang-Anyangan? Mungkin ada dari teman-teman yang sudah mendengarnya atau mungkin ada yang baru pertama kali mendengar kata ini. Anyang-anyangan merupakan kondisi ingin buang air kecil terus-menerus tetapi dalam jumlah yang sedikit. Terkadang disertai rasa panas dan terbakar. Kalau istilah sasaknya setahu saya “kentere”. Bukan sekarang saja saya merasakan masalah ini, waktu hamil bahkan waktu kecil saya juga pernah ngalamin.

Kalau waktu kecil, yang namanya anak-anak nurut aja ya apa kata orangtua. Kalau bilang lagi kentere, saya diminta ambil sapu ijuk. Zaman dulu jenis sapu itu yang banyak, nggak ada deh yang pake sapu plastik kayak sekarang. Buat apa itu sapu Ijuk? Untuk nyapulaaah, hehe. Bukaaan, kali ini sapu ijuk punya peran yang beda. Sapu ijuk ini dipercaya bisa mengatasi masalah kentere tadi. Caranya?

Sapu ijuk yang penuh debu itu diambil satu helai kemudian diikat pada jempol kaki. Emang bisa? Kok nggak masuk akal ya? Emang nggak masuk akal. Namanya juga zaman dulu, banyak mitos. Entah dari mana asal-muasal “pengobatan” itu tapi sampai sekarang masih ada lho yang percaya. Sebagian besar sih, para generasi di atas saya.

Sapu Ijuk

Mitos yang beredar, Sapu Ijuk Bisa Mengatasi Anyang-anyangan

Terus ngefek nggak? Ya nggak ngefeklah, hehe. Meskipun saya sudah ikat itu sapu ijuk di kedua jempol kaki, tetap aja saya bolak-balik kamar mandi buang air kecil. Kalaupun bisa berhenti, mungkin lebih karena sugesti. Tetapi, semakin bertumbuh saya semakin jarang ngalamin. Saya juga semakin banyak belajar hal-hal yang berbau ilmiah dan metode yang nggak masuk akal semakin terlupakan.

Masalah tersebut datang lagi ketika saya hamil. Teman-teman yang pernah hamil pasti ngerti banget gimana frekuensi buang air kecil meningkat tajam. Saya dulu harus bangun tengah malam beberapa kali untuk pergi ke toilet. Malahan, pernah juga kaki belum kering, keinginan buang air kecil datang lagi. Alhasil, harus standby di depan toilet, nggak bisa jauh-jauh dari sana.

Kalau masih di rumah mungkin nggak terlalu masalah, toilet dekat, tinggal cuss. Yang jadi masalah besar, waktu berpergian. Apalagi naik pesawat, huft … lumayan bikin ribet. Hamil kemarin saya harus pergi ke Semarang untuk menghadiri sebuah acara. Setelah check-in, saya dan suami langsung masuk ruang tunggu bandara. Karena tiket pesawat sudah ditentukan panitia, saya nggak punya pilihan pakai maskapai sekelas si biru yang punya reputasi bagus. Delay pun nggak bisa dihindarkan. Saya harus menunggu beberapa jam sampai pesawat yang akan saya tumpangi datang.

Di masa menunggu inilah, si tamu nggak diundang datang lagi. Saya keluar masuk ruang tunggu bandara dan beberapa kali melewati bagian pemeriksaan. Belum lagi keinginan buang air mendekati jadwal keberangkatan pesawat. Saya terpaksa buru-buru menyelesaikan hajat karena takut ditinggal. Kalau pun nggak ditinggal, saya nggak mau dipanggil-panggil karena telat. Nggak enaklah sama penumpang lain, udah nunggu delay berjam-jam, eh ditambah harus nunggu saya pula.

Karena sudah nggak tahan, orang-orang sekitar merekomendasikan untuk pergi ke tempat pijat. Kalau dilihat dari reputasinya sih bagus, makanya saya setuju. Setelah dari sana, Alhamdulillaah kondisi Anyang-anyangan saya membaik. Katanya sih posisi rahim saya terlalu bawah sehingga menekan kandung kemih. Ibu yang pijat hanya menggeser-geser perut saya, sama sekali tidak sakit. Metode ini masuk akal bagi saya. Tetapi teman-teman jangan sembarang ya!!! Resikonya besar jika dilakukan oleh orang yang tidak ahli, bukannya sembuh malah tambah masalah, bisa-bisa keguguran. Pastikan tempat pijak itu memang ahli dan terpercaya.

Pijat Perut untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Pijat Perut Dipercaya Dapat Memperbaiki Posisi Rahim yang Menekan Kandung Kemih Penyebab Anyang-anyangan

Apa masalahnya berhenti sampai di situ? Ternyata nggak. Setelah melahirkan, masalah ini datang lagi. Saya sering menahan buang air kecil ketika menyusui anak. Apa pasal? Meskipun sudah tidur, anak saya sering tidak mau berhenti. Dia terus mengisap puting susu. Saya sampai harus melepaskan “paksa” dengan memasukkan jari kelingking ke mulutnya.

Kalau dulu waktu hamil, masalah saya bisa diatasi dengan pergi ke tukang pijat, sekarang nggak bisa. Metode itu nggak efektif karena penyebabnya bukan kandung kemih yang tertekan. Tetapi itu tadi, kebiasaan saya menahan buang air kecil. Saya ingat kata kakak ipar yang orang kesehatan. Kalau ngalamin hal ini solusinya banyak-banyak minum air putih. Anehnya, kondisi ini sering berulang. Padahal saya sudah banyak minum air putih.

Saya pikir, wah kali ini sepertinya saya terpaksa ke dokter. Bukannya apa-apa. Saya ini tipe orang yang “takut” dokter. Mungkin bisa dibilang agak trauma ya karena beberapa kali berurusan dengan rumah sakit. Ceritanya panjang, lain kali aja itu curhatnya. Intinya, saya sangat pilih-pilih dokter dan sebisa mungkin meminimalisir kunjungan ke sana. AKhirnya, saya putuskan browsing dulu, tanya sana tanya sini. Ternyata banyak teman blogger yang juga mengalami hal yang sama seperti saya. Dari beberapa artikel yang saya baca, mereka merekomendasikan produk yang bernama Prive Uri-Cran. Ada juga teman yang sedang hamil direkomendasikan produk ini oleh dokternya untuk mengatasi anyang-anyangan. Kalau untuk ibu hamil saja aman, apalagi saya kan?.

Begitu meluncur ke situsnya, pikiran saya tercerahkan. Minum air putih saja ternyata tidak cukup. Karena sering menahan pipis, ada kemungkinan bakteri E.Coli menempel pada dinding rahim. Bakteri ini nggak bisa diusir dengan air putih. Ah … saya salah besar karena sudah meremehkan masalah ini. Anyang-anyangan bisa mengakibatkan infeksi saluran kemih. Waduh, saya jadi khawatir, siapa sih yang mau kena infeksi saluran kemih?

Berdasarkan informasi di situsnya, Prive Uri-Cran bisa diperoleh di beberapa kota. Sayang sungguh sayang, kota tempat tinggal saya belum terdaftar. Tapi kabar baiknya, produk ini ada di Apotek Kimia Farma. Ada juga yang menjual online. Jadi, nggak ada alasan dong ya, saya nggak bisa beli, hehe.

Beberapa pertimbangan, kenapa saya memutuskan memilih produk ini. Pertama, karena komposisinya. Bahan yang digunakan alami. Ada dua sediaan, yaitu kapsul dan powder. Untuk kapsul komposisinya pure ekstrak Cranberry. Sedangkan sediaan powder, ada tambahan bakteri baik dan Vitamin C. Saya suka dua-duanya, kapsul praktis langsung diminum. Bentuk powder rasanya enak, tinggal tambah air putih, dan juga dengan tambahan manfaat zat lain yang sudah saya sebutkan tadi.

Bentuk Sediaan Prive Uri-Cran

Bentuk Sediaan Prive Uri-Cran. Keduanya sama-sama enak dionsumsi.

Kedua, manfaat dari buah Cranberry itu sendiri. Selain mengatasi anyang-anyangan dan mencegah infeksi saluran kemih, buah ini bisa mencegah kanker, menurunkan berat badan dan mempercantik kulit (Wanita mana sih yang nggak mau tampil cantik? Hehe). Bisa aja makan buah Cranberry langsung, tapi beli dimana? Dapatnya susah euy, harganya juga pasti selangit. Ada sediaan praktis, kenapa cari yang susah kan?. Ketiga, produsennya terpercaya. Prive Uri-Cran diproduksi Combiphar yang sudah terkenal puluhan tahun memproduksi obat-obatan yang berkualitas. Jadi, nggak ada yang perlu saya khawatirkan.

Demikian teman-teman cerita saya. Sekarang, nggak bingung lagi deh gimana cara ngatasin anyang-anyangan. Nggak usah cari sapu ijuk kotor yang nggak jelas refrensinya. Atau nyari tukang pijat terpercaya yang susahnya minta ampun dan resikonya tinggi. Cukup sediakan Prive uri-Cran aja di rumah, udah enak, praktis, manfaatnya banyak pula. Semoga bermanfaat 🙂

Teman-teman ada cerita juga, yuk diskusi 😉

Advertisements

2 thoughts on “Ini Lho yang Namanya Anyang-anyangan dan Cara Mengatasinya!

  1. Pingback: [Review] Fakta Vs Mitos Di Sekitar Kita | Cerita Ai

  2. Pingback: Ini Lho yang Namanya Anyang-anyangan dan Cara Mengatasinya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s