[Resensi] The Agent of Change

Berjalan di Atas Cahaya

Novel 99 Cahaya di Langit Eropa mendulang kesuksesan besar dan banyak menyita perhatian masyarakat. Novel ini bahkan diangkat ke dalam film layar lebar yang menelan biaya 15 milyar untuk sekuel pertamanya dan dilanjutkan dengan sekuel ke-2 yang telah dinantikan oleh para penikmat film.

Buku Berjalan di Atas Cahaya karangan Hanum Salsabiela Rais, dkk merupakan terusan dari novel sebelumnya 99 Cahaya di Langit Eropa tersebut. Buku ini dibuat karena tingginya antusias dari pembaca mengenai keadaan muslim di Eropa. Tidak seperti buku sebelumnya yang berisi perjalanan penulis untuk mencari jejak-jejak kebesaran Islam. Pada buku ini, penulis menguak nilai-nilai Islam yang di temui di benua biru seperti kejujuran, ketulusan dan kecerdasan. Penulis ingin meyakinkan pembaca bahwa agama tidak disebarkan melalui pedang dan perang melainkan budi pekerti yang luhur.

Kita tengok saja kisah yang dituturkan oleh Hanum ketika berkunjung ke Neerach, Swiss. Markus, seorang mualaf yang ingin ditemui Hanum untuk keperluan wawancara memintanya menunggu di kedai bunga yang “aneh”. Continue reading

Advertisements

[Resensi] Menyatukan Hati dari Dua Budaya

Kokoronotomo CoverNovel ini ditulis berdasarkan program acara di salah satu TV swasta. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan dua kebudayaan yang berbeda.

Cerita berawal dari perkenalan Kokoro dan Tomo di media sosial Facebook. Mereka berdua merupakan penggemar LiSa-penyanyi Jepang. Perkenalan berlanjut melalui chatting. Lambat laun, jalinan persahabatan pun terjalin antara kedua insan manusia yang berasal dari negara yang berbeda ini, Kokoro dari Jepang dan Tomo dari Indonesia.

Hubungan keduanya semakin dekat, tatkala Tomo memutuskan untuk pergi ke Jepang, menghadiri acara meet and greet LiSa.

Di Jepang, selain bertemu dengan artis pujaanya, Tomo di temani Kokoro jalan-jalan ke beberapa tempat. Seperti ke studio Ageha – tempat menyulap perempuan menjadi cantik seperti Barbie tanpa operasi sama sekali, dan pabrik robot Akiba Kikai. Continue reading